Minggu, 07 Oktober 2012

Jak Lom U Malaya

Malaysia adalah “kaneot bu” bagi sebagian masyarakat Aceh, baik untuk bekerja maupun peluang usaha. Ramai sekali orang aceh yang bekerja di Malaysia, baik secara legal maupun ilegal. Secara legal adalah bagi mereka yang memakai permit sah untuk bekerja, sedangkan ilegal adalah mereka tinggal secara haram,atau mereka yang menggunakan pas atau visa sebagai pelancong dan katagori ini adalah termasuk ramai sekali.

Tidak bisa dipungkiri ramai sekali masyarakat kita yang pergi mencari mencari pekerjaan disana, hal ini selain mudah mendapat pekerjaan, gajinya juga lumayan, misalnya bekerja sebagai kuli bangunan gajinya perhari paling rendah adalah Rm.50 (Rp. 150.000), gaji yang lumayan, sedangkan di sektor-sektor lain bisa bervariasi misalnya di warung makan gajinya mulai dari Rm.30. mungkin itulah sebabnya masyarakat kita berbondong-bondong pergi mencari rezeki disana. Berdasarkan pengalaman peribadi, dari beberapa kawan yang bekerja disana ada dikalangan mereka yang sudah bergelar sarjana, ketika ditanya mengapa mereka memutuskan untuk bekerja disana jawaban mereka rata-rata hampir sama. Yaitu susah sekali mendapat pekerjaan dikampung, baik untuk pegawai honorer ataupun PNS. Walaupun banyak sekali lowogan-lowongan pekerjaan yang dibuka di kantor Pemerintahan mereka sukar untuk memperolehnya. Alasannya untuk mendapatkan pekerjaan itu mereka perlu mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Mungkin itulah sebab utamanya mengapa masyarakat kita pergi berhijrah kesana untuk mencari rizki, selain susah mendapat pekerjaan, faktor gaji yang rendah juga menyebabkan sebagian masyarakat kita memutuskan untuk mencari rizki disana. Walaupun kita tau bahwa resikonya bukan sedikit.

Ramai yang sudah tau bahwa bekerja secara ilegal di Malaysia adalah sangat-sangat dilarang dan juga melanggar undang-undang disana. Dimana kalau kita bekerja secara kosong ketika mereka pegawai pemerintahan Malaysia yang terdiri dari Jabatan Imigresen Malaysia, Ikatan Relawan Rakyat Malaysia (RELA), JPN, dan juga Polis. Itu belum lagi kalau ada razia-razia yang dilakukan dijalan. Untuk bayangan kehidupan di Malaysia memang lebih aman dan damai disana, ekonomi Malaysia juga lebih baik dari Indonesia. 
Mudah-mudahan suatu hari nanti masyarakat Aceh khususnya tidak perlu lagi mencari rezeki disana. Semoga Aceh kedepan lebih aman dan lebih banyak peluang pekerjaan yang disediakan oleh Pemerintah, dan masyarakatnya tidak perlu menyogok orang dalam untuk memperoleh pekerjaan tersebut. Semoga....

Semoga juga Pemerintah Aceh saat ini dapat menunaikan janji-janjinya semasa dia belum menjadi Pejabat Pemerintah.

0 Komentar Jak Lom U Malaya

Posting Komentar

Back To Top