Sabtu, 02 Juli 2016

Mudik Via Pelabuhan Port Klang Malaysia Ke Indonesia? Ini Tips Nya

Mudik Via Pelabuhan Klang Port Malaysia Ke Indonesia? Ini Tips Nya -  Pulang kampung atau istilah negeri jiran Malaysia sering menyebutnya Balek Kampung menjadi sebuah adat untuk semua perantau baik yang ada di luar kota bahkan yang ada di luar negeri, contohnya seperti Malaysia. Nah, Berbicara mudik dari Malaysia ke Indonesia, admin punya pengalaman menarik yang ingin di kongsikan. Walaupun admin bukan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Malaysia, namun admin pernah mengalami pengalaman yang sama halnya dengan perantau/TKI yang berada di Malaysia juga.
mudik via pelabuhan Port Klang Malaysia ke Indonesia
Fery Penyeberangan Port Klang Tanjung Balai Asahan Indonesia [kredit photo : shahirramlan
Ceritanya admin seperti biasa kalau ke Malaysia lebih senang menempuh perjalanan laut dan tentunya dengan menaiki kapal fery penyeberangan dari Tanjung Balai Asahan ke Port Klang Malaysia, Setiap tiket yang admin beli selalunya dengan rute PP (Pergi-pulang) atau (pergi balek) nah, sesuai dengan jadwal disitu karena admin perginya dalam bulan Ramadhan jadi memilih untuk pulang sebelum 3 hari sebelum Hari raya aidil fitri tiba. Nasib malang pun menimpa, karena seperti biasa admin hadir ke pelabuhan sekitar jam 9.00 AM waktu Malaysia, namun sayangnya para awak kaunter Fery mengatakan tidak bisa menaiki kapal lagi karena sudah terlambat 5 menit, padahal pada hari-hari biasanya tidak demikian mereka bahkan menunggu penumpang hingga setengah jam lebih dari waktu yang ditentukan. Admin pun sudah mulai berputus asa, gimana ini, hari raya sudah dekat, kapal g bisa naik. Lalu saya pun melihat ada seseorang yang saya kenal dalam kaunter tersebut yang tak lain tak bukan, beliau adalah salah seorang Manager kapal Fery penyeberangan tersebut. Saya pun mendekatinya, sembari memanggil lalu saya pun mengeluh kepadanya, "bagaimana ini, saya pelanggan tetap Fery anda, kok pada hari sibuk begini kita malah dilupakan, padahal baru lewat 5 menit" dan dia pun menanggapi keluhan saya dengan meminta Paspor saya dan akhirnya akan menaikkan nama saya kedalam list keberangkatan selanjutnya yaitu sekitar jam 4.00 PM (sore), tunggu punya tunggu tidak juga ada. Hingga akhirnya terdengar pengumuman yang menyebutkan nama admin, langsung menuju ke Kaunter, kata mereka nama admin sudah didaftar ulang pada pelayaran fery selanjutnya yaitu besok pagi. HUft.. sebel memeng namun apalah daya, inikan peraturan mereka. Lalu admin kembali di sapa oleh sang Manager tersebut, beliau bertanya apakah admin sudah mendapatkan tiket baru, lalu admin pun menjawab sudah. dan akhirnya beliau juga berpesan jangan pulang ke Kuala Lumpur lagi , menginap aja di Pelabuhan. Apa... Semula admin berpikir dimana tempat menginapnya, eh ternyata ada sebuah mes yang khusus disediakan khusus untuk mereka yang terlambat atau belum sempat naik kapal fery tersebut. 
Esok Paginya admin pun beratur dengan tenang kali ini tidak tertinggal lagi dan berhasil sampai ke Pelabuhan Tanjung balai Asahan dengan tepat waktu. Apa yang lebih indahnya lagi sesampai di Pelabuhan Tiada pemeriksaan ketat yang dilakukan oleh pihak Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Balai, artinya admin kali ini tidak repot-repot membuka koper dan kotak yang berisikan oleh-oleh dari Malaysia yang admin beli khusus untuk saudara mara yang ada di kampung halaman Aceh.
Belum cukup sampai disitu ternyata selepas dari pemeriksaan di Pelabuhan ada kendala lagi dengan Taksi yang mengantarkan kami menuju Medan, mereka semua rata-rata tidak mau mengantarkan kami sampai ke Aceh, padahal sebelum Fery berlayar saya sudah mencarter sebuah mobil untuk mengatarkan kami langsung ke Aceh. Saya pun tidak mempermasalahkan hal ini, namun mereka harus tanggung jawab, dan mereka pun bersedia mencarikan mobil untuk kami hingga kebeberapa Loket BUS Aceh seperti Loket Putra Pelangi Perkasa dan Loket Kurnia atau KAP Group. Hasilnya nihil, tiada satupun bus yang tertinggal semua sudah penuh dan mereka semua sudah mau tutup, akhir sekali kami menemukan sebuah minibus yang sedang menunggu penumpang untuk berangkat ke Aceh. Kami pun memutuskan untuk naik bus tersebut dan perjalan menuju ke Aceh alhamdulillah lancar, kami sampai ke kampung halaman sudah lepas shalat Aidil Fitri atau sekitar Jam 10 WIB. Capek.. namun itulah perjalanan yang mengasyikkan. 

Berikut Tips Mudik Via Pelabuhan Port Klang Malaysia Ke Indonesia

  • Jika anda seorang yang bekerja di Malaysia sebagai TKI, pastikan anda membeli tiket lebih awal bisa di awal ramadhan atau dengan kata lain sebulan sebelum mudik, hal ini untuk mengelak kehabisan tiket atau mengelak untuk 'nginap' di pelabuhan Port Klang karena itu sungguh sangat menyakitkan sekali.
  • Jangan datang lambat, dengan alasan apapun jangan pernah datang terlambat walaupun 5 menit, ada baiknya datanglah lebih awal 1 jam atau setengah jam sebelum check in, hal ini lebih kurang juga kalau anda balik lewat KLIA 2 Kuala Lumpur.
  • Jika anda berada jauh dari Pelabuhan Port Klang lebih baik naik KTM Komuter untuk mencapai ke Port Klang selain harga tiketnya yang murah tentunya KTM tidak pernah ada istilah 'jem' bin Macet.
  • Jika anda tidak tinggal berdekatan dengan stasiun KTM, silakan naik Taksi, perkiraan admin Taksi di wilayah Kuala Lumpur menuju ke Port Klang biasa mematok ongkos sekitar RM. 100.00 atau bahkan ada yang RM. 150.000 jarang sekali mereka menggunakan meter, padahal kalau menggunakan meter kalau tidak macet bisa ongkosnya hanya sekitar RM. 70.00 saja.
  • Pastikan anda memberikan barang anda kepada mereka yang benar-benar bekerja dengan kapal fery yang akan anda naiki, biasa mereka memakai Uniform Fery sendiri atau ada Badge yang dicantumkan dibajunya, hati-hati jangan sampai anda kehilangan barang-barang bawaan anda.
  • Seterusnya sediakan uang yang mencukupi terutamanya uang dalam ringgit untuk membayar biaya pengangkutan barang dari luar pelabuhan ke Fery biasanya mulai RM. 20.00 hingga RM. 40.00 tergantung besar barang bawaan anda.
  • Kalau ada nomor telepon Teksi dari Tanjung Balai Menuju Medan alangkah lebih baiknya untuk men carter mereka terlebih dahulu, ini untuk mengelak penipuan dan anda juga bisa meminta bantuan mereka untuk mengambil barang bawaan anda dari dalam. jadi anda tidak capek-capek untuk membawanya. Tapi ingat tidak semua sopir taksi yang berada diluar tersebut bisa masuk kedalam pelabuhan Tanjung Balai Asahan.

Nah, demikian sedikit tips Mudik Via Pelabuhan Port Klang Malaysia Ke Indonesia berdasarkan pengalaman pribadi, semoga bermanfaat buat anda semua. Jangan lupa di Share keteman-teman.

0 Komentar Mudik Via Pelabuhan Port Klang Malaysia Ke Indonesia? Ini Tips Nya

Posting Komentar

Back To Top