Tempat Wisata Menarik Di Malaysia

Informasi Tempat Wisata Menarik Di Malaysia | Wisata Kuliner Malaysia | Medical Tourims Malaysia

Kapan Aceh Akan Damai dan Sejahtera

Memasuki hari pemilihan umum (Pemilu) 2014 suasana di Aceh semakin memanas, hal ini disebab ketidak bersatunya rakyat Aceh dan juga disebabkan oleh perpecahan partai lokal yang ada di Aceh. Hal ini dapat kita lihat dimana partai-partai lokal saling tuduh menuduh, saling buruk memburukkan sesama, dimana akhirnya hanyalah mau mengatakan "kamoelah yang paleng beutoi" (kamilah yang paling benar).
Perdamaian yang diwujudkan sembilan tahun silam hanya tinggal kenangan semata jika mereka para partai lokal hanya menginginkan kekuasaan dan memperkaya diri semata. Berondong, bakar membakar adalah suatu hal yang biasa kita lihat sekarang ini. Seolah Negeri kita tiada hukum yang berlaku, pemerintah ketika ditanya, kenapa ini berlaku..? Dia hanya pandai menjawab itu biar para kepolisian yang menguruskan.
Perdamaian di Negeri Aceh ini hanya akan wujud jika kita saling bekerja sama tidak adanya perpecahan yang mengkelompok-kelompokkan masyarakat. Ada juga yang bilang perpecahan ini karena wujudnya partai lokal lebih dari satu, namun menurut saya pribadi ianya wujud karena ketidakadilnya pemerintah. Mereka hanya mementingkan kelompoknya dan orang-orang yang terdekat dengannya.
Pernah disuarakan oleh pemerintah yang menjabat saat ini, "nyoe ureung droe teuhmat kuasa, insyaallah tanyoe akan makmu dan sejahtera". Namun ianya hanya sebatas ucapan, tiada bukti yang nyata! Kita lihat sekarang ini ekonomi Aceh hancur, orang buka toko, baru berjalan beberapa bulan sudah tutup.. kenapa..? Karena daya beli tidak ada.
Disamping itu maraknya kredit di bank dan leasing juga menjadi salah satu faktor utama mengapa ekonomi kita hancur. Banyak pemohon kredit walaupun tidak mencukupi syarat "dibantu" untuk mendapat pinjaman, alhasil kredit macet, aset disita, tinggal utang pengusaha lari.
Bagaimana kita bisa hidup sejahtera sekira lulus S1 tidak tau harus bekerja dimana, di instansi pemerintahan, sudah cukup! Tidak muat lagi, ada lowongan pegawai negeri harus menyediakan uang sogokan, kalau tidak.. ya tidam lulus..! "Kecuali na saudara ma ngen yah teuh inan".
Lalu karena di Negeri sendiri tidak ada pekerjaan alhasil, mereka memutuskan untuk berhijrah ke luar daerah baik ke Ibu Kota bahkan ke Negeri Seberang. Kita lihat berapa ramai rakyat Aceh yang menjadi Imigran gelap di Malaysia. Adakah pemerintah peduli..? Tidak sama sekali..! Mengapa ini terjadi..?
Jawabannya mudah sekali, ekonomi kita hancur, gaji di Negeri sendiri tidak mencukupi, kalo buka usaha sendiri misalnya toko kelontong dan sejenisnya yang ada hanya orang ngutang dan ngutang, alhasil... "peutupat buku top keude"..
Kalau Negeri kita sudah damai dan sejahtera niscaya hal ini tidak mungkin berlaku, lulusan S1 sudah pasti mereka mendapat pekerjaan dengan mudah tanpa memikirkan kalau mau kerja jadi pegawai negeri harua menyediakan uang sogok terlebih dahulu. Petani dapat hidup dengan tenang karena ketika mereka memanen hasil pertanian harganya sudah lumayan. Masih ingatkah kita ketika jaman pemerintahan Habibie, harga pinang pernah mencapai 25000 rupiah perkilogramnya. Ketika itu semua orang terjun kebidang pertanian, yang dulunya ada kebun yang sudah menjadi hutan namun saat itu bersih hingga "bui pun hana pat iduek".
Anak-anak petani ramai yang dapat kuliah, orang-orang yang ada di kampung ramai yang membuat rumah "pedomen", ramai yang beli motor bahkan mobil.
Sekarang..? Negeri sudah aman dan damai namun kehidupan masyarakatnya semakin hancur! Ada yang berkata "kehidupan dimasa darurat lebih baik dari saat ini". Benarkah demikian..? Siapa yang setuju dengan pernyataan ini..?

Doa saya mudah-mudahaan suatu hari nanti mereka yang sedang bertikai saat ini untuk berebut kuasa dan tahta dapat sadar, kalau kita tidak bersatupadu niscaya kita akan hancur. Semoga juga pemerintah kita dapat bersikap adil, jujur, ikhlas tanpa korupsi, tanpa kolusi dan tanpa nepotisme.
Aceh Aman, Aceh Damai, Aceh Makmur, Aceh sejahtera... amin..

Nota:
Tulisan ini hanya pandangan peribadi saya, sekiranya ada salah ataupun menyentuh sesebuah pihak saya mohon maaf, mohon maaf juga sekiranya tidak nyambung antara satu dengan yang lain

Back To Top