Sabtu, 22 Maret 2014

Potensi Wisata Sejarah Sabang Belum Tergarap Dengan Baik

Potensi pariwisata Sabang saat ini masih terfokus pada wisata keindahan alam (lanscap dan bawah air/underwater). Karena keindahan alam Pulau Weh yang mempesona dunia ini, tak ayal Sabang pun diganjar sebagai daerah tujuan wisata dunia yang patut dikunjungi.

Namun itu cerita tentang keindahan alam yang sudah terbentuk, sementara wisata yang dibangun atas campur tangan manusia semacam benteng-benteng, bunker dan situs-situs bersejarah yang dibangun kaum kolonialis di Sabang dinilai masih belum tergarap dengan baik, bahkan terkesan terbengkalai.

Hal itu disampaikan DR. Syafruddin Chan, Deputi Komersil dan Investasi BPKS Sabang kepada Halim EL Bombay dari BPKS News, Jum'at (21/3/14), saat dirinya mengunjungi titik-titik bangunan sejarah yang tersebar hampir diseluruh Pulau Weh.

"Ada banyak sekali situs bekas era kolonial yang sampai saat ini masih berdiri kokoh tetapi kondisinya mulai rapuh dan keropos. Situs-situs itu terbengkalai begitu saja tanpa sentuhan pemugaran. Ini sangat menyedihkan padahal semua situs sejarah tersebut termasuk asset berharga Sabang dibidang wisata sejarah," kata Syafruddin Chan di benteng peninggalan Jepang di Anoi Itam.

Menurut pakar pemasaran yang sempat menerbitkan buku best seller 'Relationship Marketing' ini, pihaknya sedang mendata ulang benteng, terowongan/bunker, rumah kuno dan bangunan historical lain yang luput perhatian sebagai upaya pelestarian situs bersejarah di Sabang.

"Penting dibuat sebuah prasasti yang sinkronik dengan sejarah bangunan tersebut sehingga situs terkait tidak hilang sejarahnya, dan yang paling penting bangunannya masih orisinil tanpa kerusakan akut," tambahnya.

Dibeberapa titik seperti depan Tugu Walikota Sabang, BPKS News mendapati kondisi bunker yang dibangun Jepang sudah dipenuhi sampah dedaunan yang membusuk dan dijadikan sarang biawak.

Sementara itu, benteng dibelakang PDAM Sabang (Gedung Societeit de Koeppel) kondisinya sudah mirip bunker tanpa makna. Malah disudut paling belakang bangunan yang biasa dipakai para petinggi penjajah itu kongkow sebelum melancarkan serangan kearah teluk Sabang kini sudah dijadikan kamar mandi. Kondisinya sangat memprihatinkan dan seperti tidak dikelola dengan baik.

"Kecintaan masyarakat menjaga bangunan bersejarah masih sangat lemah, padahal kalau digarap dengan baik dan benar, situs-situs ini bisa menambah income bagi pemerintah Sabang. Karena itu, BPKS akan memberi perhatian di space ini" tutup Syafruddin Chan. | Halim El Bombay | BPKS News

Read More

Kamis, 20 Maret 2014

Kapan Aceh Akan Damai dan Sejahtera

Memasuki hari pemilihan umum (Pemilu) 2014 suasana di Aceh semakin memanas, hal ini disebab ketidak bersatunya rakyat Aceh dan juga disebabkan oleh perpecahan partai lokal yang ada di Aceh. Hal ini dapat kita lihat dimana partai-partai lokal saling tuduh menuduh, saling buruk memburukkan sesama, dimana akhirnya hanyalah mau mengatakan "kamoelah yang paleng beutoi" (kamilah yang paling benar).
Perdamaian yang diwujudkan sembilan tahun silam hanya tinggal kenangan semata jika mereka para partai lokal hanya menginginkan kekuasaan dan memperkaya diri semata. Berondong, bakar membakar adalah suatu hal yang biasa kita lihat sekarang ini. Seolah Negeri kita tiada hukum yang berlaku, pemerintah ketika ditanya, kenapa ini berlaku..? Dia hanya pandai menjawab itu biar para kepolisian yang menguruskan.
Perdamaian di Negeri Aceh ini hanya akan wujud jika kita saling bekerja sama tidak adanya perpecahan yang mengkelompok-kelompokkan masyarakat. Ada juga yang bilang perpecahan ini karena wujudnya partai lokal lebih dari satu, namun menurut saya pribadi ianya wujud karena ketidakadilnya pemerintah. Mereka hanya mementingkan kelompoknya dan orang-orang yang terdekat dengannya.
Pernah disuarakan oleh pemerintah yang menjabat saat ini, "nyoe ureung droe teuhmat kuasa, insyaallah tanyoe akan makmu dan sejahtera". Namun ianya hanya sebatas ucapan, tiada bukti yang nyata! Kita lihat sekarang ini ekonomi Aceh hancur, orang buka toko, baru berjalan beberapa bulan sudah tutup.. kenapa..? Karena daya beli tidak ada.
Disamping itu maraknya kredit di bank dan leasing juga menjadi salah satu faktor utama mengapa ekonomi kita hancur. Banyak pemohon kredit walaupun tidak mencukupi syarat "dibantu" untuk mendapat pinjaman, alhasil kredit macet, aset disita, tinggal utang pengusaha lari.
Bagaimana kita bisa hidup sejahtera sekira lulus S1 tidak tau harus bekerja dimana, di instansi pemerintahan, sudah cukup! Tidak muat lagi, ada lowongan pegawai negeri harus menyediakan uang sogokan, kalau tidak.. ya tidam lulus..! "Kecuali na saudara ma ngen yah teuh inan".
Lalu karena di Negeri sendiri tidak ada pekerjaan alhasil, mereka memutuskan untuk berhijrah ke luar daerah baik ke Ibu Kota bahkan ke Negeri Seberang. Kita lihat berapa ramai rakyat Aceh yang menjadi Imigran gelap di Malaysia. Adakah pemerintah peduli..? Tidak sama sekali..! Mengapa ini terjadi..?
Jawabannya mudah sekali, ekonomi kita hancur, gaji di Negeri sendiri tidak mencukupi, kalo buka usaha sendiri misalnya toko kelontong dan sejenisnya yang ada hanya orang ngutang dan ngutang, alhasil... "peutupat buku top keude"..
Kalau Negeri kita sudah damai dan sejahtera niscaya hal ini tidak mungkin berlaku, lulusan S1 sudah pasti mereka mendapat pekerjaan dengan mudah tanpa memikirkan kalau mau kerja jadi pegawai negeri harua menyediakan uang sogok terlebih dahulu. Petani dapat hidup dengan tenang karena ketika mereka memanen hasil pertanian harganya sudah lumayan. Masih ingatkah kita ketika jaman pemerintahan Habibie, harga pinang pernah mencapai 25000 rupiah perkilogramnya. Ketika itu semua orang terjun kebidang pertanian, yang dulunya ada kebun yang sudah menjadi hutan namun saat itu bersih hingga "bui pun hana pat iduek".
Anak-anak petani ramai yang dapat kuliah, orang-orang yang ada di kampung ramai yang membuat rumah "pedomen", ramai yang beli motor bahkan mobil.
Sekarang..? Negeri sudah aman dan damai namun kehidupan masyarakatnya semakin hancur! Ada yang berkata "kehidupan dimasa darurat lebih baik dari saat ini". Benarkah demikian..? Siapa yang setuju dengan pernyataan ini..?

Doa saya mudah-mudahaan suatu hari nanti mereka yang sedang bertikai saat ini untuk berebut kuasa dan tahta dapat sadar, kalau kita tidak bersatupadu niscaya kita akan hancur. Semoga juga pemerintah kita dapat bersikap adil, jujur, ikhlas tanpa korupsi, tanpa kolusi dan tanpa nepotisme.
Aceh Aman, Aceh Damai, Aceh Makmur, Aceh sejahtera... amin..

Nota:
Tulisan ini hanya pandangan peribadi saya, sekiranya ada salah ataupun menyentuh sesebuah pihak saya mohon maaf, mohon maaf juga sekiranya tidak nyambung antara satu dengan yang lain

Read More

Kamis, 13 Maret 2014

Ikut Berduka Atas Kehilangan MH-370

Malaysia masih berduka atas kehilangan pesawat terbang milik MAS jenis Boeing 777-200 dengan nomor pendaftaran MH370, pesawat yang membawa penumpang sebanyak 200 orang lebih itu berlepas dari KLIA menuju Beijing dan dijangka mendarat pada pukul 6.30 pagi, namun pada sekitar pukul 2.40 pagi pesawat MH370 kehilangan kontak dengan menara kawalan udara di subang. Ketika itu pesawat sudah berada diruang udara Vietnam.
Seperti diketahui pesawat MH370 membawa penumpang dari 14 Negara yang berbeda termasuk warga Negara Indonesia. Memasuki hari ke enam operasi search and rescue masih dijalan secara besar-besaran yang melibatkan 12 buah negara menggunakan 39 buah pesawat dan 42 buah kapal yang dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih, namun ianya masih gagal untuk menemui sebarang petunjuk tentang kehilangan pesawat MH370 tersebut.
Marilah sama-sama kita berdoa semoga pesawat MH370 cepat-cepat ditemukan. Walaupun nanti yang ditemukan sudah tidak bernyawa lagi semoga keluarga para korban tabah menghadapi ujian ini.
Alfatihah....

Read More