Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Potensi Wisata Sejarah Sabang Belum Tergarap Dengan Baik

Potensi pariwisata Sabang saat ini masih terfokus pada wisata keindahan alam (lanscap dan bawah air/underwater). Karena keindahan alam Pulau Weh yang mempesona dunia ini, tak ayal Sabang pun diganjar sebagai daerah tujuan wisata dunia yang patut dikunjungi. Namun itu cerita tentang keindahan alam yang sudah terbentuk, sementara wisata yang dibangun atas campur tangan manusia semacam benteng-benteng, bunker dan situs-situs bersejarah yang dibangun kaum kolonialis di Sabang dinilai masih belum tergarap dengan baik, bahkan terkesan terbengkalai. Hal itu disampaikan DR. Syafruddin Chan, Deputi Komersil dan Investasi BPKS Sabang kepada Halim EL Bombay dari BPKS News, Jum'at (21/3/14), saat dirinya mengunjungi titik-titik bangunan sejarah yang tersebar hampir diseluruh Pulau Weh. "Ada banyak sekali situs bekas era kolonial yang sampai saat ini masih berdiri kokoh tetapi kondisinya mulai rapuh dan keropos. Situs-situs itu terbengkalai begitu saja tanpa sentuhan pemugaran. Ini sang

Kapan Aceh Akan Damai dan Sejahtera

Memasuki hari pemilihan umum (Pemilu) 2014 suasana di Aceh semakin memanas, hal ini disebab ketidak bersatunya rakyat Aceh dan juga disebabkan oleh perpecahan partai lokal yang ada di Aceh. Hal ini dapat kita lihat dimana partai-partai lokal saling tuduh menuduh, saling buruk memburukkan sesama, dimana akhirnya hanyalah mau mengatakan "kamoelah yang paleng beutoi" (kamilah yang paling benar). Perdamaian yang diwujudkan sembilan tahun silam hanya tinggal kenangan semata jika mereka para partai lokal hanya menginginkan kekuasaan dan memperkaya diri semata. Berondong, bakar membakar adalah suatu hal yang biasa kita lihat sekarang ini. Seolah Negeri kita tiada hukum yang berlaku, pemerintah ketika ditanya, kenapa ini berlaku..? Dia hanya pandai menjawab itu biar para kepolisian yang menguruskan. Perdamaian di Negeri Aceh ini hanya akan wujud jika kita saling bekerja sama tidak adanya perpecahan yang mengkelompok-kelompokkan masyarakat. Ada juga yang bilang perpecahan ini karena

Ikut Berduka Atas Kehilangan MH-370

Gambar
Malaysia masih berduka atas kehilangan pesawat terbang milik MAS jenis Boeing 777-200 dengan nomor pendaftaran MH370, pesawat yang membawa penumpang sebanyak 200 orang lebih itu berlepas dari KLIA menuju Beijing dan dijangka mendarat pada pukul 6.30 pagi, namun pada sekitar pukul 2.40 pagi pesawat MH370 kehilangan kontak dengan menara kawalan udara di subang. Ketika itu pesawat sudah berada diruang udara Vietnam. Seperti diketahui pesawat MH370 membawa penumpang dari 14 Negara yang berbeda termasuk warga Negara Indonesia. Memasuki hari ke enam operasi search and rescue masih dijalan secara besar-besaran yang melibatkan 12 buah negara menggunakan 39 buah pesawat dan 42 buah kapal yang dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih, namun ianya masih gagal untuk menemui sebarang petunjuk tentang kehilangan pesawat MH370 tersebut. Marilah sama-sama kita berdoa semoga pesawat MH370 cepat-cepat ditemukan. Walaupun nanti yang ditemukan sudah tidak bernyawa lagi semoga keluarga para korban