Selasa, 24 Februari 2015

Masjid India, Syurga Shopping Di Kuala Lumpur


Masjid India, Syurga Shopping Di Kuala Lumpur - Ungkapan tersebut sangat cocok digunakan untuk Masjid India. Hal ini dapat dilihat di jalan ketika masuk ke area Masjid India, berbagai barang dijual, baik itu jilbab (tudung), kain baju, baju siap pakai, dan berbagai fashion lainnya, ada yang bermerek, ada yang biasa, ada juga yang bermerek palsu. dijual dikaki lima, he,he. Masjid india menjadi tempat favorit kaum wanita muslim, karena disini barangan/fashion yang dijual lebih kepada fashion muslim. Masjid india juga ramai dikunjungi ketika bulan puasa. karena disini juga ada Bazar khusus yang dibuka oleh Pemerintah Kuala Lumpur. Masjid India juga memiliki berbagai kelebihan sebagai tempat shopping favorit diantara akan di ulas di bawah ini.
Masjid India Kuala Lumpur
Suasana di Kawasan Bazar Masjid India


Transportasi Yang Mudah

Untuk pergi ke Masjid India, ada baiknya jalan bawa mobil ataupun motor, naiklah tranportasi umum, seperti LRT,Bus dan Teksi. LRT ada dua stasiun yang menghubungkan Masjid India, Keduanya adalah milik Rapil KL yaitu Kelana Jaya Line dan  Ampang Line, Jika anda naik Kelana Jaya Line turun di stasion KJ13 yaitu stasiun Masjid Jamek. begitu juga jika anda naik ampang Line turun di Stasiun ST5 Masjid Jamek, dan berjalan kaki sekitar 5 menit sudah sampai Masjid India. jika anda naik Bus (Bas) bisa naik nomor B103 turun berdekatan dengan stasiun LRT Masjid Jamek Juga. jika dengan teksi sangat mudah karena anda bisa turun di sekitar Jalan Tuanku Abdurrahman dan berjalan kaki masuk ke sekitar Masjid India.

Apa Saja Yang Ada Di Masjid India

Di Masjid India kebanyakannya yang dijual adalah bagian fashion, Jika anda Masuk dari arah Stasiun Masjid Jamek melewati Bank OCBC yang pertama anda jumpai adalah pedagang-pedagang kaki lima yang menjual berbagai barangan dengan harga murah, seperti jam tangan, aksesoris wanita, jilbab (tudung), baju, tas, backpack, hingga Hp replika. jika anda belum pernah jalan-jalan ke masjid india, berhati-hatilah dalam berbelanja, karena barang yang dijual dalam bazar itu kebanyakannya adalah barang KW. Harga barang sekitar Bazar tersebut sangat murah.

Jika anda mau membeli oleh-oleh seperti baju melayu, jilbab (tudung) dan berbagai aksesoris murah saya menyarankan Muaz Textiles, harga yang ditawarkan disini lebih murah ketimbang tempat lainnya. namun kualitasnya juga tidak murahan. anda juga bisa mendapat harga grosir kalau membeli dalam kuantitas yang banyak.
Jakel Merupakan Gedung Kain Terbesar di Kawasan Masjid India

Jika anda ingin membeli kain ada beberapa toko grosir (Pemborong) yang menjual dengan harga termurah di kawasan Masjid India, Seperti Jakel, Gulati's Silk house, Cosmic Silk, dan juga toko-toko kecil lainnya yang berada dikawasan Masjid india. Sistem beli barang disini lebih disarankan membeli dalam kuantitas yang banyak alias grosir, harga grosir di Masjid india bisa mendapat diskon hingga 50%. itu menurut pengalaman pribadi saya.

Bros (Broch) atau dalam bahasa Malaysia  disebut keronsang juga banyak dijual di Masjid India, bisa beli di bazar kaki lima, bisa juga beli di toko aksesoris.

Ingin mencari baju india, atau pun aksesoris ala-ala India disini tempatnya. sesuai dengan namanya Masjid india, disini juga terdapat banyak sekali toko-toko yang menjual baju india, emas india, dan berbagai aksesoris india lainnya.
Masjid India (Little India)
Ini dia Gelang India

Kalau orang Aceh berbelanja di Masjid India saya melihat yang paling mereka cari itu gelang tangan india, bross, anting. bahkan juga sari india. jangan tanya saya kenapa orang Aceh suka dengan Aksesoris india. ha.ha..

Kesimpulan

Masjid India atau dikenal dengan Little of India, merupakan sebuah tempat yang sangat manarik untuk shopping, baik untuk keperluan harian maupun menyambut Ramadhan dan Hari raya tentunya.
Saya lebih menyarankan anda untuk membeli dalam kuantitas grosir/borong karena anda akan mendapat banyak diskon.

Demikian artikel tentang Masjid India, Syurga Shopping Di Kuala Lumpur, semoga bermanfaat buat saya dan sedikit mencerahkan buat anda yang ingin ataupun sedang merencanakan berbelanja ke sana.


Read More

Sabtu, 14 Februari 2015

Bahasa Indonesia VS Bahasa Malaysia

Bahasa Indonesia VS Bahasa Malaysia selalu menarik untuk kita belajar diantara kedua, kadang kala ketika kita google kita sendiri ter ‘senyam-senyum’ sebab banyak sekali artikel tentang perbedaan bahasa Indonesia VS bahasa Malaysia, namun yang mereka bahas cuman bahan tertawaan bahkan berbentuk ejekan. Kadang-kadang terpikir juga, gimana Indonesia dengan Malaysia ini baikan ya? Mereka kalau di internet selalu “meupake”, padahal kalau kita ke Malaysia mereka orang Malaysia terutama bangsa Melayu sangat ramah sekali dengan orang Indonesia, hal ini mungkin disebabkan bahasa Indonesia VS bahasa Malaysia yang hamper sama. Namun ada sedikit beda dan mungkin disebabkan oleh tata letak Bahasa keduanya.

Bahasa Indonesia VS Bahasa Malaysia

Mari kita mulai membahasnya, yang pertama sekali kata yang sangat saya ingat sampai sekarang yaitu “bila” kata ini dalam bahasa Indonesia bisa bermaksud “mungkin” maaf disini juga saya gagal memahaminya. Bahasa Indonesia saya di Rapor dulu juga sempat merah. Ha.ha.. Nah sekarang beralih ke Bahasa Malaysia, Kata “Bila” bisa bermaksud “kapan” ataupun “sejak kapan”. Contoh penggunaannya adalah “bila kamu sampai?” disini kalau di artikan kedalam bahasa Indonesia berarti “ kapan kamu sampai” dengan kalimat Tanya. Kata lainnya adalah “bila-bila”, contoh kalimatnya “bila-bila sahaja pun boleh” kata ini bisa saja berbentuk ungkapan maupun sebuah jawaban dari pertanyaan. Kalau di artikan ke bahasa Indonesia tetap aja artikan “kapan-kapan pun bisa”. 

Selanjutnya ada kata “percuma” kata ini memang sudah pernah saya bahas dalam artikel sebelumnya, namun mari kita bahas lagi secara mendalam. He.he.. kata-kata “percuma” dalam bahasa Indonesia berarti “tidak ada gunanya”, “sia-sia”. Contoh katanya adalah “percuma kamu minta maaf, tidak akan ku maaf kan”.  Kata-katanya ini mempunyai arti “ sia-sia saja”. Sedangkan dalam Bahasa Malaysia kata “percuma” berarti “gratis”, di Malaysia kata-kata ini jarang di ungkapkan oleh anak muda ya.. seperti kata-kata dalam bahasa Indonesia tadi. Kata-kata “percuma” di Malaysia sering kita dapati di supermarket, mall-mall, maupun plaza. Misalnya “beli satu, percuma satu” nah disini antinya kalau kita beli barang itu satu bermakna gratis satu. Di Indonesia dikalau di ungkapkan dua kali, artinya juga sama yaitu “Cuma-Cuma” yang artinya “gratis”.

Sebetulnya terdapat banyak sekali perbedaan yang mungkin tidak bisa dibahas dalam satu kali. Ada beberapa contoh lain yang akan saya kasi adalah “tentara” di Malaysia ada juga yang namanya “tentara” namun disana disebut “askar”. “polisi” disebut “Polis”. “bilik” yang berarti “kamar”.
Kata lainnya, “gula-gula”,  kalau kata “gula” artinya memang sama seperti dalam bahasa Indonesia yaitu bahan pemanis. Namun kata “gula-gula” disini berarti “permen”, kalau anda jalan-jalan ke Malaysia, jangan  minta “permen” ya. Karena mereka tidak tau tapi mintalah “gula-gula” biasa dijual 3 biji 20 sen. He,he..

Ada banyak lagi ya.. tapi tunggu saya bahas di artikel selanjutnya, sekian dulu artikel kali ini tentang Bahasa Indonesia VS Bahasa Malaysia, semoga bermanfaat buat saya peribadi dan juga buat anda-anda sekalian. Salam hangat.. jangan lupa baca juga artikel sebelumnya yang berjudul : Bahasa Malaysia VS Bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih…


Read More